Search This Site
Twitter
    TwitterCounter for @nadiafebina
    Powered by Squarespace
    Blogger Indonesia Display Pagerank Personal Blogs - Blog Catalog Blog Directory aroengbinangfs8

    Add to Technorati Favorites
    ShoutMix chat widget
    Tuesday
    30Jun2009

    Cerita Pindah Rumah Bersama Tom & Jerry

    Selama ini saya rasa teman-teman dekat keluarga dan teman-teman blogging sudah buosan buanget denger cerita tentang tetangga disco outdoor di sebelah rumah yang bikin saya tidak bisa tidur setiap weekend. Nadia ini udah jarang ngapdet, begitu ngapdet ceritanya tetangaaa melulu. Nnah... Belakangan ini mereka semakin menggila. Rutin berpesta setiap hari Rabu malam, Jumat, Sabtu dan Minggu malam. Segala daya upaya untuk menyadarkan si pemilik rumah untuk tidak membisniskan rumahnya untuk dijadikan disko sudah dilakukan, tapi tidak mempan. Melihat tamu-tamu yang datang ke tempat pesta itu, dengan mobil sejajaran kelas BMW X5, rasanya hampir tidak mungkin untuk membuat mereka mengerti untuk tidak meneruskan bisnisnya dan memikirkan orang lain.  *ingat jaman orba?* Saya sebenarnya sudah merekam salah satu pesta heboh mereka di videocam sekadar untuk kenang-kenangan kali-kali kangen dengan pemandangan pesta mereka yang lengkap dengan lampu kerlap-kerlip dan asap panggung ala Aneka Ria Safari. Tapi saya masih ragu-ragu untuk memasang di blog, ntar terjerat pasal-pasal dan undang-undang yang saya kurang mengerti, wah berabe!

    Luanda ini adalah sebuah kota yang di-design untuk 400.000 orang, tapi saat ini penduduknya membengkak sebanyak 4-5 juta orang. Bisa dibayangkan betapa susahnya cari rumah di sini. Harganya jangan dikira (untungnya untuk kami2 yang dikirim ini semuanya dijamin oleh kantor), tapi pun kalau mampu membayar, belum tentu ada stock rumah kosong. Jadi untuk saga si tetangga disco ini, demi supaya bisa tidur dan istirahat pada waktu yang seharusnya istirahat, kami sudah memohon-mohon untuk pindah, kantor pun sudah menyanggupi akan mensponsor.. dengan catatan, kalau ada rumah kosong di manapun, di kota. Menunggu sebulan, menjadi setengah tahun,satu tahun,.. rasanya seperti forever.. Tapi, siapa sangka setelah satu setengah tahun, akhirnya Tuhan mendengar doa ratapan kami.. Yay!! :)

    Resmi minggu lalu, saya dan Maskyu pindah rumah. Letaknya pas di depan Baia de Luanda, terletak di lantai 14. Jujur saja, dari atas sini bisa lupa kalau sedang di Luanda yang jalan-jalannya becek bau dan kotor itu. Dari atas, semuanya kelihatan indah dan romantis! Haha. Belum lagi pas di seberang ada gedung baru yang dibuat oleh kontraktor cina dan berwarna gold. Konon konstruksi gedung ini memakan waktu hanya dalam hitungan bulan. Tapi bukan itu yang membuat kami senang dengan gedung emas ini. Ternyata, setiap malam di sepanjang sisi gedung setinggi kurang lebih 30-an lantai ini diputar film Tom & Jerry gede-gede, bouuwww! Film bisu, tapi warna-warni begituu... hahahha.  Layarnya ya sepanjang gedung itu. Guede! Lumayan kan, sebelum tidur longok jendela, nonton film dulu hyuuuk.. hihihihihi.. :) *tomcat tomcat woof woof*

    Akhir minggu kemaren ini baru merasakan ternyata enak juga yaa, kalau bisa tidur di akhir minggu. Penat dari kantor di hari-hari kerja pun bisa terbayar.. :)

    Ngomong-ngomong soal pindahannya sendiri, kita pakai mover company dari sini dan sejujurnya tadinya saya sudah ancang-ancang nih mau mengamati tingkah-tingkah apa lagi ya, yang kocak-kocak dari mereka. Dulu pengalaman mover company di Inggris cukup bikin nyolot; rasanya saya yang tuan rumah, tapi dia nyuruh-nyuruh saya buatin teh pake ngambek pula karena dosis susu dan gula nya nggak seperti yang dia mau. Ada-ada aja. Makanya, pengen liat, kalo orang Angola yang jadi mover bakalan gimana. Selama 2 tahun di sini kan kurang lebih udah mengenal tingkah-tingkah ada-ada aja (duuh sombong banget sih gue, kaya gue bener aja deu).. Makanya ambil-ambil ancang-ancang kali aja ada yang bisa ditulis di blog, heheheh. Ternyataa.. kerja mereka efisien sekali, bungkus membungkus barang-barang dari yang pecah belah, barang kecil sampai yang besar cepat banget. Target selesai jam 5 sore, tapi jam 2.30 pekerjaan sudah rampung. Belum lagi sopan banget. Hebat! Moral of story: Jangan Suudzon.

    Sekarang tinggal beberapa boks lagi (dikiiiit lagi) yang diunpack. Ntar kalo kamera nya udah ketemu di boks yang mana, saya jepret yah film Tom & Jerry nya. Biar pada ngiri, soalnya mana ada film segede gitu di Jakarta... :P

    Thursday
    07May2009

    Pertunjukan Teater "Ma Ravan" di Luanda

    Ma Ravan, sebuah pertunjukan teater yang saya tonton kemaren di teater Cha da Caxinda, yang lokasinya cukup jalan kaki dari kantor saya. Group seni Theatre Taliipot ini berpusat di Reunion, sebuah negara di lautan Hindia. Artis-artisnya ada empat orang, berasal dari negara2 lautan Hindia itu: Madagascar, Mauritius dan Reunion.

    Terbiasa dengan kesenian Africa yang gembira dan hingar bingar, saya agak kaget juga menonton grup seni ini. Walaupun penuh dengan gerakan-gerakan dinamis, tapi keseluruhan performance gelap, dalam dan sedikit mistikal. Negara2 di lautan Hindia yang tepatnya berada di pantai timur benua Africa memang terkenal sebagai melting point dari kebudayaan-kebudayaan besar dunia: kebudayaan Eropa, Africa dan India. Memang terlihat, bahkan oleh seseorang yang buta seni seperti saya.

    Dibuka oleh gaung yang mengingatkan saya akan screenshot meditasi di film-film, dan gerakan-gerakan yang mirip pose-pose yoga termasuk surya namaskar, bohong kalau dibilang tidak ada pengaruh kebudayaan India di situ. Tidak ada hingar bingar keriaan ala kebudayaan africa barat. Di sini mereka seperti hendak mengekspresi emosi-emosi manusia. Terus terang saya sempat sedikit terintimidasi oleh emosi-emosi yang ditampilkan para artis, apalagi pada suatu titik yang saya pikir mereka sedang melukiskan dunia kematian. Indah, namun gelap.

    Jalur ceritanya? Wah ini masih teka-teki buat saya. Sebelum pertunjukan, memang oleh pembawa acara diceritakan sedikit, tapi dalam bahasa perancis yang saya mengerti hanya 0%, dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Portugis yang saya mengerti hanya 35% (maklum, di sini bahasa Inggris kurang populer, apalagi bahasa Indonesia). Yang saya tangkap, ada sekitar2 slavery, run away, ada tangan2 yang dipotong, sekitar-sekitar itulah. *maap yaa, gak informatif banget! hihihi.. *

    Kesan keseluruhan: Memukau... dan gelap. (did i just say it again.. gelap?)


    Pictures are taken from the promotional email sent around prior to the show day.

    Thursday
    07May2009

    Sabar.. Sabar.. Cengengesan Yuk... Zzzzzz

    Kadang ada saat2 yang merasa kita lagi dibimbing oleh Sang Pencipta
    tentang pelajaran "kesabaran".

    Bukan, bukan hal muluk2. Hanya hal sepele. Lagi-lagi si tetangga. Kali
    ini di hari Rabu malam mereka berdisko ria sampai jam 2 pagi. Saya tidak
    bisa tidur. Kebrisikan. Bass nya menusuk gendang telinga. Dum dum dum.
    Air minum di atas meja pun sedikit bergoyang karena getaran nya. Semalam
    sekilas sempat teriak di dalam kepala, kok ada ya hari gini orang tidak
    punya perasaan. Tapi, ya sudahlah, lebih baik tertawa2 bersama Maskyu,
    dengan kalimat favorit nya: "kasiaaan deh kita!". Hari ini pun saya
    terlalu ngantuk untuk bahkan berbicara. Apalagi bekerja. Maunya hanya
    zzzzzzzzz.... Tapi kan masih punya kewajiban untuk ngantor.

    Maskyu pernah ambil rekaman pesta mereka dari balcony kamar tidur kami.
    Buat kenang-kenangan. Kapan-kapan saya post kalau ada waktu. Hanya untuk
    lucu-lucuan. Hehe.

    Kalau hari lagi lambat begini, daripada ngomel2 saya memilih untuk
    cengengesan saja, huehuheheh.
    Ternyata energi yang dipakai untuk cengengesan jauh lebih rendah
    daripada ngomel2, walaupun ngomel2 hanya dalam kepala... hehehe :)

    Selamat hari Kamis teman2, akhir minggu tinggal satu hari lagi. Dan saya
    menanti untuk dapat tidur pulazzzzzz.... Zzzzzzz....

    *maap curhat colongan!* :)